ASPEK KEPERDATAAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN

I.               PENDAHULUAN

Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antar individu dengan kepentingan individu. Sehingga kepentingan yang diaturpun aspek individu. Aspek keperdataan pada hukum kesehatan bertumpu pada salah satu asas dalam hukum kesehatan yaitu Hak Asasi Manusia untuk menentukan nasibnya sendiri.  Pada awalnya persoalan kesehatan merupakan masalah individual/pribadi, namun karakter individual ini mulai luntur, dikarenakan karena persoalan kesehatan bukan masalah pribadi, masyarakat ikut didalamnya, seperti misal penyakit menular. Masalah yang masih bersifat individual adalah Perjanjian Teraupetik yaitu perjanjian antara dokter dengan pasien ataupun sarana pelayanan kesehatan dengan pasien serta akibat hukum yang timbul jika perjanjian teraupetik tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Aspek keperdataan dalam hukum kesehatan sifatnya terbatas, tidak seperti aspek hukum administrasi negara. Aspek keperdataan yang masih ada antara lain :

  1. Hubungan hukum antara dokter dengan pasien.
  2. Hubungan hukum antara sarana pelayanan kesehatan dengan pasien
  3. Hubungan hukum antara sarana pelayanan kesehatan dengan tenaga kesehatan pada saryankes tersebut jika saryankes tersebut dimiliki oleh swasta
  4. Hubungan hukum antara perawat dengan pasien
  5. Hubungan hukum dokter, rumah sakit dan pasien dalam hal terjadi zaakwarneming

II.            TANGGUNG GUGAT PERDATA DALAM KASUS – KASUS DUGAAN MALPRAKTIK

Malpraktik berasal dari bahasa inggris medical malpractice. Mala : sesuatu yang buruk. Malpraktik bukan istilah hukum. Menurut black Law Dictionary malpraktik adalah : any proffesional misconduct, unreasonable lex of skill, this term usually applied by doctor, accountant and lawyer. Yang artinya : kegagalan seseorang untuk melaksanakan jasa profesional atau untuk melaksanakan tingkat ketrampilan dan pengetahuan yang secara umum diterapkan didalam masyarakat oleh rata – rata anggota profesi tersebut dengan akibat timbulnya luka, kerugian atau kerusakan pada si penerima jasa. Menurut Guandi diartikan sebagai “suatu sikap tindak yang keliru yang tidak memenuhi standar yang ditentukan oleh suatu profesi”.  Malpraktik yang dilakukan dalam bidang kedokteran disebut dengan istilah medical malpractice/malpraktik. Menurut Guandi malpraktik dapat dibedakan dalam dua (2) hal yaitu :

A. Malpraktik dalam arti luas

Malpraktik dalam arti luas mencakup dua hal :

  1. Tindakan yang dilakukan dengans sengaja/intensional/dolus yang dilarang oleh undang – undang, misalnya : abortus provokatus criminalis, euthanasia, memberikan surat keterangan yang tidak benar.
  2. Tindakan yang tidak disengaja/negliden/culpa/ kelalaian medik. Misalnya : menelantarkan pasien.

B.  Malpraktik dalam arti sempit

Malpraktik dalam arti sempit hanya yang dilakukan dengan sengaja, sedangkan kelalaian tidak termasuk didalamnya.

Perbedaan antara keduanya adalah terletak pada motif/latar belakang suatu tindakan. Dalam malpraktik dalam arti sempit, tindakan itu dilakukan dengan sadar, tujuannya diarahkan pada akibat tertentu yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku dan si pelaku mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa hal tersebut dilarang oleh undang – undang. Sedangkan dalam kelalaian medik tidak ada unsur kesengajaan untuk menimbulkan akibat hukum yang dilarang oleh undang – undang.

Malpraktik dapat terjadi dalam berbagai ranah hukum :

1.  Malpraktik dalam bidang hukum perdata :

  • Melanggar hukum : pasal 1365
  • Melakukan wanprestasi : pasal 1239
  • Melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kerugian : pasal 1366
  • Melalaikan pekerjaan sebagai penanggungjawab : pasal 1367

2.  Malpraktik dalam bidang hukum pidana

  • Membuat keterangan palsu
  • Menipu pasien
  • Melakukan kealpaan sehingga menyebabkan kematian atau luka – luka
  • Melakukan pelanggaran kesopanan
  • Melakukan abortus provokatus kriminalis
  • Membocorkan rahasia kedokteran
  • Melakukan euthanasia

3.  Malpraktik dalam bidang hukum administrasi negara

  • Berpraktik tanpa izin, pasal 36 UUPK
  • Tidak membuat rekam medis : pasal 46
  • Melakukan tindakan kedokteran tanpa persetujuan pasien, kecuali apabila dokter melakukan untuk menolong pasien
  • Melanggar kewajiban melanggar rahasia kedokteran

Seorang dokter yang diduga melakukan malpraktik harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya tersebut. Bertanggungjawab artinya keadaan kewajiban menanggung segala sesuatu sehingga kalau ada boleh dituntut/dipersalahkan. Menurut Black Law Dictionary arti tanggung jawab adalah :

  1. an obligation one is bone in law. Justice to perform.” Kewajiban yang harus dilaksanakan berdasarkan hukum.
  2. Condition of being responsable for
  3. Condition which create attidute to perform an act immediatelly or further.

Legal liability : tanggung jawab menurut hukum. Tanggung jawab yang dilakukan dan dilegalkan oleh pengambilan  keputusan diantara pihak – pihak yang berperkara.

Tanggung jawab hukum menurut Komalawati adalah : tanggung jawab hukum dokter adalah keterikatan dokter itu terhadap ketentuan – ketentuan hukum/perdata dalam menjalankan profesinya. Tanggung jawab hukum dokter dalam bentuk tanggung gugat dalam hal keperdataan. Tanggung gugat perdata dapat didasarkan pada dua hal yaitu : gugatan berdasarkan wanprestasi  dan gugatan berdasarkan melawan hukum.

1.  Gugat dalam keadaan wanprestasi

Wanprestasi dalam bahasa Belanda terdiri atas wanpre … : prestasi yang buruk

Definisi wanprestasi adalah keadaan tidak terlaksananya suatu prestasi karena kesalahan debitor sedangkan ia sudah diperingatkan oleh itu. Untuk terjadinya wanprestasi terdapat dua syarat, yaitu :

a.  Syarat materiil, yaitu adanya

  • Kesalahan atau schuld. Kesalahan kesengajaan dalam hal ini pihak yang tidak melaksanakan prestasi tersebut tahu bahwa perbuatan yang mengakibatkan tidak terlaksananya suatu prestasi itu merugikan orang lain.
  • Kelalaian, dalam kelalaian pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan tidak terjadinya prestasi tidak tahu bahwa akibat yang merugikan tersebut akan timbul.

b. Syarat formil, pihak yang melaksanakan prestasi tersebut diingatkan untuk melaksanakan prestasinya tersebut.  Tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan

Setiap orang berhak menuntut ganti rugi terhadap tenaga kesehatan/ penyelenggara kesehatan yang menimbulkan akibat kesalahan atau kelalaian. Ketentuan mengenai tata cara pengajuan tuntutan adalah sesuai dengan ketentuan undang – undang yang berlaku. Ketentuan ini diatur dalam pasal 1239 KUH Perdata. Berkaitan dengan gugatan seseorang dalam hal wanprestasi ada beberapa hal yang perlu diketahui :

  1. Hanya dapat ditujukan pada pihak dalam Perjanjian Teraupetik/ perjanjian pengobatan.misalnya : dokter dengan pasien di tempat praktik pribadi, dokter dan pihak rumah sakit dalam hal dokter bekerja di rumah sakit swasta
  2. Kewajiban pembuktian dalam gugat wanprestasi dibebankan kepada si  penggugat ( dalam hal ini pasien) yang menggugat wanprestasi dokter/rumah sakit akibat tidak memberkan pelayanan yang memadai menurut standar profesinya sehingga pasien menderita kerugian. Kewajiban pembuktian ini sangat menyulitkan penggugat karena ia orang awam yang tidak mengetahui standar profesi medis. Upaya hukum ini jarang sekali dipergunakan untuk menyelesaikan sengketa medis, lebih – lebih gugat wanprestasi sangat sempit dan upaya kesehatan lazimnya dilaksanakan secara tim.

 

2.  Tanggung gugat dalam keadaan melawan hukum

Perbuatan melawan hukum juga menimbulkan suatu perikatan yaitu perikatan yang bersumber pada undang  – undang. Dalam perikatan ini hak dan kewajiban para pihak tidak ditetapkan berdasarkan kesepakatan diantara mereka melainkan diatur oleh undang – undang. Ketentuan – ketentuan yang mengatur adalah :

a. Pasal 1365 KUH Perdata

Tiap  perbuatan melanggar/melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan orang yang karena kesalahannya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut.

b. Hal tersebut diperluas dengan pasal 1366

“Setiap orang bertanggungjawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya tetapi juga kerugian yang diakibatkan kelalaian atau kurang hati – hati.”

c. Rumusan di atas kemudian diperluas dengan pasal 1367 :

“seseorang tidak saja bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri tetapi juga untuk perbuatan orang – orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan oleh barang yang berada dibawah pengawasannya”

Unsur – unsur perbuatan melawan hukum adalah :

  1. Melanggar hak orang lain.
  2. Bertentangan dengan kewajiban hukum orang yang berbuat
  3. Berlawanan dengan kesusilaan
  4. Tidak sesuai dengan kepatutan dan kecermatan tentang diri atau orang lain dalam pergaulan masyarakat

Bagaimana pembuktiannya?

  1. Ada perbuatan —- perbuatan melawan hukum dalam arti luas ..
  2. Adanya kesalahan dari pihak yang berbuat  —- dapat berupa kesengajaan atau kelalaian
  3. Perbuatan itu menimbulkan kerugian pada si penggugat/pasien
  4. Ada hubungan kausalitas antara perbuatan melawan hukum tersebut dengan kerugian yang diderita oleh pasien (causa efisien — sebab yang menimbulkan akibat).

Untuk menentukan adanya kausalitas dipergunakan 2 teori, yaitu :

  1. Teori Conditio sine Quanon dari Von Buki

Suatu peristiwa itu disebabkan oeh peristiwa lain, dan peristiwa lain disebabkan juga oleh peristiwa lain, sehingga sebab suatu peristiwa merupakan rangkaian dari beberapa peristiwa lain.

  1. Teori Adequat veroor saaking dari Von Kries

Suatu perbuatan merupakan sebab dari suatu  kerugian kalau menurut pengalaman manusia perbuatan itu ,,, patut diduga akan muncul dari suatu perbuatan tersebut.

Berkaitan dengan ganti rugi berlaku pasal 1246 – 1248 pada Bab I buku III KUHperdata yang berlaku sebagai ganti rugi untuk perbuatan wanprestasi bukan untuk perbuatan melawan hukum. Dalam pasal – pasal tersebut biaya rugi dan bunganya dapat dimintakan kerugiannya adalah :

  1. Kerugian yang nyata – nyata diderita—- kerugian yang langsung dari perbuatan  wanprestasi.
  2. Keuntungan yang hilang dari wanprestasi tersebut.

Untuk perbuatan melawan hukum tidak ada maka pasal – pasal tersebut juga dipakai untuk perbuatan melawan hukum.

About these ads

2 responses to this post.

  1. Posted by theresia m tobing on 18 Maret 2013 at 7:43 am

    tulisannya cukup baik. tks infonya

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: